Tuesday, October 7, 2008

DIKLAT MENULIS & FOTOGRAFI

Dalam rangka menjalankan salah satu misinya, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) memprogramkan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Menulis & Fotografi bagi anggotanya dan masyarakat umum. Diklat ini bertujuan untuk memberikan bekal dasar bagi setiap orang yang ingin memberikan kontribusi bagi pemberitaan di media massa yang baik dan bertanggung jawab.

Sasaran utama program ini adalah masyarakat pelaku jurnalisme warga (anggota PPWI dan masyarakat umum) agar mereka memiliki kemampuan jurnalistik dasar yang diperlukan dalam menghasilan informasi (artikel, reportase/laporan, berita foto, press release, dan lain-lain) yang baik dan informatif. Berkaitan dengan maksud tersebut, materi diklat disesuaikan dengan kebutuhan peserta yang notabene masyarakat biasa, sehingga diklat dilaksanakan dengan pola prosentase 10% teori dan 90% praktek.

PPWI melaksanakan program ini dengan jadwal yang sangat fleksibel, dengan durasi waktu yang juga disesuaikan dengan ketersediaan waktu peserta, serta materi yang benar-benar menjadi kebutuhan masing-masing. Para peminat dapat memilih materi diklat dan jadwal sesuai dengan ketersediaan waktu dan kebutuhannya. Secara umum, materi dan jadwal kegiatan diklat disusun sebagai berikut:

DIKLAT MENULIS (mingguan)
Hari : Sabtu
Pukul 08.30 – 12.00 WIB
1. Pengetahuan dasar menulis (pengantar menulis);
2. Menulis berita pendek/singkat dan press release;

Pukul 13.00 – 17.00 WIB
1. Membuat feature dan laporan/reportase;
2. Menulis opini.

Hari : Minggu
Pukul 08.30 – 12.00 WIB
1. Pengetahuan dasar menulis (pengantar menulis);
2. Menulis berita pendek/singkat dan press release;

Pukul 13.00 – 17.00 WIB
1. Membuat feature dan laporan/reportase;
2. Menulis opini.


DIKLAT FOTOGRAFI (bulanan)
Hari : Sabtu (akhir bulan)
Pukul 08.30 – 12.00 WIB
1. Pengetahuan dasar fotografi (sejarah, pengenalan kamera);
2. Kiat pengambilan foto yang baik (angle, cahaya, fokus, dan lain-lain).

Pukul 13.00 – 17.00 WIB
1. Komposisi dan objek fotografi
2. Depth of file (kedalaman rasa sebuah foto)

Hari : Minggu (akhir bulan)
Pukul 08.30 – 12.00 WIB
3. Pengetahuan dasar fotografi (sejarah, pengenalan kamera);
4. Kiat pengambilan foto yang baik (angle, cahaya, fokus, dan lain-lain).

Pukul 13.00 – 17.00 WIB
3. Komposisi dan objek fotografi
4. Depth of file (kedalaman rasa sebuah foto)

Instruktur :
1. Penulis-penulis yang tergabung dalam komunitas PPWI;
2. Kolumnis dan praktisi media masa;
3. Praktisi dan professional fotografi;
4. Dosen dan praktisi pendidikan dari perguruan tinggi, instansi pemerintah maupun swasta.

Tempat :
Ruang pertemuan PPWI, Gedung Dewan Pers Lt. 5.
Jl. Kebon Sirih No. 32-34, Menteng – Jakarta Pusat 10110.

Kelas : Minimal 5 orang dan maksimal 10 orang satu kelas (angkatan).

Biaya Investasi :
Diklat menulis = Rp. 300.000 (1 hari), Rp. 400.000,- (2 hari berturut-turut).
Diklat fotografi = Rp. 500.000 (1 hari), Rp. 600.000,- (2 hari berturut-turut)

Fasilitas yang diberikan:
Materi diklat (hard copy dan soft copy), Sertifikat, ID Card PPWI, Tabloid Explore Indonesia, buku/majalah dan hadiah lainnya dari sponsor/partner diklat.

Pendaftaran dilaksanakan setiap saat di Sekretariat PPWI pada alamat di atas. Peminat dapat menghubungi Anto (081241299832) atau Andy Chandra (081584021244), atau melalui email : ppw.indonesia@gmail.com.

Jakarta, Oktober 2008

Sekretariat PPWI – Jakarta
Gedung Dewan Pers Lt. 5 Jl. Kebon Sirih No. 32-34
Menteng – Jakarta Pusat 10110

Monday, September 1, 2008

PPWI akan Adakan Seminar Sehari


Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) bekerjasama dengan Youngs Enterprise akan melaksanakan kegiatan Seminar Sehari dengan tema "Becoming Extraordinary" yang ditujukan kepada sesiapa saja yang ingin mengembangkan diri menjadi pribadi yang sukses luar biasa. Kegiatan tersebut rencananya akan diadakan tanggal 20 September 2008 mendatang bertempat di Gedung Dewan Pers Lt. 1, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Seminar ini sekaligus juga dalam rangka temu anggota PPWI, mempererat silahturahmi antar anggota dengan melaksanakan Buka Puasa Bersama sebagai penutup acara seminar.

Secara lengkap, informasinya sebagai berikut ini, yang dapat diakses di berbagai situs antara lain: www.andriewongso.com informasi-seminar rudylim

------
Becoming Extraordinary
Mr. Rudy Lim & Mr. Wilson Lalengke, M.Sc, MA

Bintang Tamu :
Miss Marybeth, Artis Philipina yang mempopulerkan lagu "Denpasar Moon".

Tanggal
20 September 2008
09.00 s/d 17.00 WIB

Tempat
Gedung Dewan Pers Lt.1
Jl. Kebun Sirih Raya No. 32-34
Menteng - Jakarta Pusat.

Tujuan Seminar ini :
+ Maksimalkan potensi diri dan buatlah terobosan-terobosan besar untuk Menjadi Pribadi Yang HEBAT LUAR BIASA !!!
+ Bagaimana Mewujudkan Impian Hidup Anda dalam waktu yang singkat
+ Temukan Rahasia Sukses dan Strategi pemimpin-pemimpin besar di dunia !

Profile Pembicara Seminar :

1. Mr. Rudy Lim
Inspirator Muda No.1 di Indonesia
* Founder & CEO of Youngs Enterprise
* Founder & Director of Youngs Spirit Indonesia
* Founder of Winner’s Club, Indonesian Next Leader
* Master Trainer “Personal Brealthrough Seminar”
* Pengasuh rubrik motivasi di www.bagansiapiapi.net
* Kolumnis di www.andrewho-uol.com, University of Life
* Penulis Tetap di www.andriewongso.com, Portal Motivasi No.1
* Motivator Muda, Trainer, Pengusaha, Penulis buku & Public Speaker

2. Mr. Wilson Lalengke, M.Sc, MA
Tokoh & Pelopor Citizen Reporter Indonesia
* Pemimpin Redaksi Tabloid Explore Indonesia
* Mantan Pimpinan Redaksi Harian Online www.KabarIndonesia.com
* Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)
* Saat ini beliau juga bertugas di kantor DPD-RI, Senayan - Jakarta Pusat
* Dosen Character Building di Universitas Bina Nusantara, Jakarta

Apa yang akan Anda pelajari di seminar ini :
* Mengali potensi dan bakat terpendam dalam diri Anda.
* Meningkatkan semangat dan kepercayaan diri Anda seutuhnya.
* Menghargai Nilai Waktu dan Nyawa Anda dalam hidup ini.
* Memahami kekuatan dan cara kerja pikiran bawah sadar kita.
* Menyingkap Rahasia Law of Attraction dan bagaimana menerapkannya.
* Bagaimana menyusun target/cita-cita yang menantang dan melampauinya.
* Langkah-langkah membuat daftar Impian, Goal Setting, & Goal Visualization.
* Bagaimana menghilangkan mental block dan mengubahnya menjadi Tantangan.
* Bagaimana membuat Breakthrough/terobosan dalam semua aspek hidup Anda.
* Bagaimana menjadi pewarta warga yang independent dan sukses sebagai wartawan.
* PLUS Strategi jitu meningkatkan penghasilan dan karir Anda dengan cepat !!!
* Berbagai kegiatan/game, praktek langsung yang akan menginspirasikan hidup Anda.

Siapa aja yang harus ikut seminar ini :
Manager, Supervisor, Sales Person , mahasiswa, pelajar, wartawan, pekerja media
dan siapa saja yang ingin menjadi pewarta warga indonesia.

Investasi seminar :
Harga Normal : Rp. 425.000,- (UMUM) dan Rp. 325.000.- (Anggota PPWI)
(Termasuk Seminar Kit, Sertifikat, Dinner - buka puasa bersama)
Early Bird : Rp. 275.000,- (UMUM) dan Rp. 200.000,- (Anggota PPWI)
(Khusus bagi 50 pendaftar pertama yang LUNAS sebelum tanggal 10 September 2008)
+ FREE : ID Card Citizen Reporter senilai Rp. 150.000,- + Tabloid Explore Indonesia
+ Voucher Foto senilai Rp. 200.000,- dari TOP’S LA Studio

Hubungi segera :
Call Center : +62-21-70764896
Andy Chandra : 081584021244
Aldy Madjid : 081318197532

Atau via SMS : ketik REG spasi NAMA ANDA kirim ke 0819 0822 4578 (Amelia Devina).

Diklat Citizen Journalism bagi TNI-AD

Menyikapi perkembangan teknologi informasi dan trend pemberitaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat saat ini, jajaran Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Darat (TNI-AD) perlu sekali meningkatkan kemampuannya di bidang jurnalisme warga dan teknologi informasi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad), Brigjend Ricardo MH Siagian, M.T, ketika membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Citizen Journalism bagi anggota TNI-AD di ruang serbaguna Pusdikkes Diklat TNI-AD, Jakarta, Rabu (13/8).

Kegiatan Diklat tersebut diprakarsai oleh pihak Dispenad bekerjasama dengan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), berlangsung selama 2 hari penuh. Diklat ini diikuti oleh 90 peserta dari jajaran TNI-AD, yang terdiri atas 60 anggota Bintara dan 30 anggota setingkat perwira.

Hadir sebagai pemberi materi dari PPWI yakni Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, Sekjend PPWI Ruslan Andy Chandra, Ketua Umum Pengurus Daerah PPWI Yogyakarta Supadiyanto, dibantu oleh angggota PPWI lainnya, Dodi Mawardi, Aldy Madjid, dan Yosef Ferdyana.

Materi diklat yang dipelajari pada kesempatan itu meliputi antara lain: Trend Citizen Journalism, Kiat Menulis Berita, Kiat Menulis Opini, Membuat Press Release, dan Etika Jurnalisme Warga. Sebagai pengetahuan dasar terhadap penulisan di media internet, para peserta juga diperkenalkan tentang berbagai hal berkaitan dengan blog, portal berita, dan komunitas mailing list.

Dari pengamatan sekilas, para peserta sangat antusias mengikuti diklat ini. Mereka dengan tekun mengikuti setiap materi yang disajikan. Pada sesi tanya-jawab, terlihat jelas betapa peserta kursus ini benar-benar ingin belajar dan meningkatkan kualitas masing-masing di bidang jurnalisme warga, dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan memberi tanggapan/pandangan kepada forum. "Kami berterima kasih atas diadakannya kegiatan diklat jurnalisme warga ini. Sangat menarik dan memberikan perluasan wawasan yang dibutuhkan saat ini dan ke depan," ujar seorang peserta bernama Mulyadi.

PPWI berkomitmen untuk selalu membuka kerjasama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan kegiatan serupa demi kemajuan bangsa Indonesia.

Sunday, June 15, 2008

Pengurus PPWI Daerah Istimewa Yogyakarta

Struktur dan Personalia Kepengurusan PPWI DIY 2008-2013
Berdasarkan Keputusan Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia, nomor : 001/SK-PPWI/06-2008

Dewan Penasehat : Drs. H. Kasturi
Ketua Umum : Supadiyanto, S.Sos. I
Wakil Ketua Umum : Sukoco
Sekretaris Jenderal : Sulis Styawan
Wakil Sekretaris Jenderal : Sufiyatin, S.Pd
Bendahara Utama : Wulandari
Wakil Bendahara Utama : Kaminten
Kepala Biro Koordinator Humas : Suhardi, S. Pd
Kepala Biro koordinator Litbang : Farauq Ubaidillah, S.Pd
Kepada Biro Pusdiklat : Nur Wachid
Kepala Biro Koordinator Wilayah : Hendra Sugiantoro

Alamat Sekretariat:

Joglo ICRC, Sragan, Sendangmulyo, Minggir
Sleman, Yogyakarta
E-mail : ppwi_diy@yahoo.com
Phone : 085868391622 (Intan), 08179447204 (Yanto)

Tuesday, June 10, 2008

Pengukuhan Dewan Pengurus PPWI DIY


Sumber berita: www.kabarindonesia.com

Prosesi pengukuhan dewan pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang DIY pada tanggal 8 Juni 2008 lalu telah sukses dilaksanakan, bertempat di Gedung Cine Club Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PPWI Pusat, Wilson Lalengke melantik sekaligus mengukuhkan dewan pengurus PPWI-DIY periode 2008-2013.

Adapun struktur kepengurusan PPWI DIY sebagai berikut :

Dewan Penasehat : Drs. H. Kasturi
Ketua Umum : Supadiyanto, S.Sos. I
Wakil Ketua Umum : Sukoco
Sekretaris Jenderal : Sulis Styawan
Wakil Sekretaris Jenderal : Sufiyatin, S.Pd
Bendahara Utama : Wulandari
Wakil Bendahara Utama : Kaminten
Kepala Biro Koordinator Humas : Suhardi, S. Pd
Kepala Biro koordinator Litbang : Farauq Ubaidillah, S.Pd
Kepada Biro Pusdiklat : Nur Wachid
Kepala Biro Koordinator Wilayah : Hendra Sugiantoro

Pada saat prosesi pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan SK dari PPWI Pusat yang diterima oleh Supadiyanto serta didampingi oleh Sulis Styawan.

Monday, April 21, 2008

Soft Opening Kantor Baru PPWI


Terhitung sejak Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI - Indonesian Citizen Reporter Association) dideklarasikan 11 November 2007 lalu di Aula SMA Regina Pacis (Jakarta Selatan), hingga kini terus gencar melakukan sejumlah gebrakan—meski masih terbatas program yang bersifat konsolidasi dan pembenahan internal organisasi. Pasca kurun waktu 4 bulan, kini PPWI berhasil menempati kantor baru di Gedung Dewan Pers – Jakarta Media Centre, Jln. Kebon Sirih No. 32 – 34 Menteng, Jakarta Pusat—tak luput berkat dukungan dan bantuan berbagai pihak. Selain menjadi basis utama para pengurus dan anggota PPWI, kantor ini memiliki multifungsi sebagai sekretariat penulis Harian Online KabarIndonesia (HOKI).

Berkaitan dengan itu, PPWI mengadakan acara syukuran atau soft-opening kantor baru pada hari Senin, 17 Maret 2008 kemarin —yang dihadiri para anggota PPWI, penulis HOKI, pejabat, simpatisan, wartawan dan masyarakat— yang peduli dengan jurnalisme berbasis warga. Secara lebih terperinci; tokoh nasional yang hadir dalam acara tersebut yakni Direktur Econit plus Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia—Rizal Ramli, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (diwakili Kadispenad Ricardo Siagian), anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, wartawan media cetak dan elektronik, dll.
Guna menandai acara pembukaan kantor ini, Rizal Ramli memperoleh kehormatan melakukan pengguntingan pita—sebagai pertanda diresmikannya penggunaan kantor tersebut oleh PPWI. Di samping itu, juga dilakukan penobatan dan penyematan Tanda Anggota Kehormatan kepada Ricardo Siagian dan beberapa anggota lainnya.

Pada kesempatan yang berbahagia itu, Ketua Umum PPWI Pusat—Wilson Lalengke berharap agar segera terwujud komunitas bangsa pewarta warga (the national communities of citizen reporter) yang berintegritas tinggi, handal di negeri ini.

Seiring perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (Iptek) yang juga mempengaruhi kemajuan bidang tulis-menulis, tak pelak lagi bidang yang satu ini telah melahirkan banyak penulis-penulis Indonesia berbakat dari berbagai kalangan/profesi. Tren kegemaran menulis di media-media online yang disediakan oleh teknologi internet telah mempertinggi akselerasi pertambahan jumlah penulis—tidak hanya di manca negara, namun juga di dalam negeri. Kehadiran website pribadi dan kelompok (kecil-besar), mailing list, hingga kepada blog yang sedang mengalami booming beberapa tahun belakangan, kuasa memberikan warna baru dalam dunia tulis-menulis. Citizen journalism (jurnalisme warta) akhirnya menjadi penyedia jalur bagi setiap orang untuk dapat berpartisipasi dalam dunia jurnalisme yang bersentuhan langsung dengan sistem penyampaian berita ala media massa.

Prinsip maha penting yang mengungkapkan bahwa “semua orang adalah penulis dan pewarta”—tak bisa dipungkiri telah memberi peluang kepada setiap orang untuk menjalankan perannya sebagai “wartawan”. Kata wartawan yang diberi tanda kurung ini dimaksudkan bahwa setiap orang dapat menjalankan fungsinya sebagai pewarta, penyampai berita, dan sejenisnya—tanpa harus menjadi wartawan sebuah media massa konvensional (koran, majalah, tabloidber dll). Dengan lain kata, seorang ibu rumah tangga dapat tetap berperan sebagai full-timer pengurus internal rumah tangga, namun dia juga dapat menghasilkan tulisan yang berisi berita/artikel dan mempublikasikannya di media-media massa baik online maupun offline.

Saat ini, terdapat ratusan ribu bahkan jutaan “wartawan” atau citizen reporter (pewarta warga) di hampir setiap sudut nusantara dan dunia. Mereka memiliki bakat, potensi bahkan ketrampilan mumpuni sebagai penulis. Naas, mereka tak diakui eksistensinya; akibat tidak memiliki wadah (tempat) mengekspresiasikan hasil karyanya, layaknya sebuah media massa konvensional. Yang lebih menyakitkan, pengakuan atas hasil karya tulis-menulis mereka juga hampir selalu tak diakui oleh para penulis profesional bahkan dicibirkan sebagai penulis amatiran. Ribuan lembar artikel dan berita yang ditulis para wartawan non-profesional itu, lantas hanya masuk tong sampah redaktur surat kabar, majalah, tabloid dan sejenisnya—tanpa diapresiasi selayaknya.

Dalam hal berorganisasi, untuk bisa turut bergabung di salah satu persatuan wartawan profesional, mereka diwajibkan memenuhi berbagai macam persyaratan yang tidak mungkin bisa dipenuhi oleh mereka yang tidak memiliki media tetap ataupun profesi sebagai wartawan atau reporter. Inilah yang mendorong para citizen reporter untuk mendirikan organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) atau The Indonesian Citizen Reporter Association.

Tujuan utama pendirian organisasi ini adalah untuk menampung para penulis, baik profesional, penulis pemula dan semua orang yang mencintai dunia tulis-menulis dari semua kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, tukang becak, pedagang, orang kantoran, wiraswastawan, pengacara, maha(siswa) hingga yang bergelar profesor. Siapa saja boleh bergabung menjadi anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Pewarta warga adalah mereka yang memiliki hobi menulis, seperti para blogger, anggota millis, kontributor freelance media online, pemberi komentar pada berbagai artikel dsb. Mereka menulis tidak untuk media massa mainstream melainkan sekedar sharing informasi dan idealisme sesama pembaca, antarwarga masyarakat. Dengan begitu, berdirinya PPWI tidak lain merealisasikan maksud mulia di atas.

Salah satu keistimewaan PPWI yakni organisasi ini bersifat global. Artinya, semua warga Indonesia di pelosok dunia manapun juga bisa turut bergabung menjadi anggota, tanpa ada batasan dari segi pendidikan, umur, profesi, domisili, maupun kewarganegaraan.

Beberapa fungsi yang dijalankan oleh PPWI antara lain sebagai berikut:
o Sebagai wadah berbagi informasi maupun kiat-kiat menulis bagi anggotanya;
o Mengadakan seminar, workshop, pendidikan dan pelatihan jurnalisme warga secara berkala;
o Mengakomodasi kegiatan-kegiatan sosial (pendidikan, kesehatan, tanggap bencana, dan lain-lain) yang diadakan anggotanya dengan berprinsip “dari, oleh dan untuk masyarakat”;
o Penyedia informasi tentang lowongan kerja, beasiswa (dalam dan luar negeri) dll;
o Mengadakan temu darat para pewarta warga;
o Advokasi, baik dari aspek hukum maupun aspek sosial kemasyarakatan kepada anggota pewarta warga;
o Sebagai institusi penyedia kartu tanda pengenal (ID Card) Citizen Reporter bagi pewarta warga.

Sebagai catatan kaki, sekarang PPWI telah memiliki cabang di beberapa negara lain seperti New Zealand, India, Amerika Serikat dan Belanda. Pembukaan cabang kepengurusan PPWI di negara-negara lain bakal segera menyusul.

Bagi pembaca dan penulis yang ingin mengetahui lebih jauh tentang organisasi ini, serta ingin mendapatkan ID Card sebagai Citizen Reporter, silahkan menghubungi sekretariat PPWI Pusat di alamat:

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)
Gedung Dewan Pers – Jakarta Media Centre
Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Menteng
Jakarta Pusat 10110, Telp: +62-21-3441766 atau +62-21-5705101, Fax: +62-21-5742554
Indonesia
E-mail: ppw.indonesia@gmail.com
Blog: http://ppw-indonesia.blospot.com
SMS ke 081371549165 (Contact Person: Shony)

Salam Pewarta Warga
Pengurus PPWI - Jakarta

Tuesday, March 4, 2008

Mari Bergabung Bersama PPWI !!!


Dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak fasilitas internet menjadi bagian dari kehidupan masyarakat umum, banyak sekali bermunculan penulis berbakat. Mereka dengan sangat bersemangat menuangkan berbagai ide, buah pikiran, pengalaman, informasi, dan lain-lain dalam bentuk tulisan. Tidak sedikit di antara hasil karya mereka yang tergolong berkualitas tinggi dan perlu dibaca oleh orang lain. Namun sayangnya para penulis ini kurang mendapat perhatian dan bahkan tidak diakui oleh kalangan pekerja dan pengelola media massa profesional, yang pada akhirnya mereka harus puas menjadi bahan cibiran sebagai penulis amatiran dan termarginalkan oleh masyarakat pers mainstream.

Derita dan kekalutan para “penulis amatiran” tidak berakhir di situ saja. Mereka pun amat kesulitan untuk mendapatkan media yang mau mengakomodasi kebutuhan publikasi hasil karyanya. Beruntunglah, internet memberi berkah bagi semua orang dalam bentuk penyediaan wadah menulis bagi sesiapa saja yang ingin mengekspresikan segala kreativitas kemanusiaannya. Jadilah fenomena blogger melahirkan berjuta penulis blog menjadi pemandangan umum hari ini.

Pada perkembangan lebih lanjut, beberapa kalangan telah menginisiasi pembentukan media massa tanpa batas yang didedikasikan bagi siapa saja yang ingin menulis dan menyampaikan informasi atau berita yang dimilikinya untuk dipublikasikan pada media-media massa yang mereka bangun. Sebutlah beberapa media di Indonesia seperti koran online KabarIndonesia, halamansatu, panyingkul, dan lain-lain. Baru pada saat paling terakhir ini, beberapa media massa utama, seperti Kompas dan Republika mencoba memberi ruang bagi penulis pewarta warga untuk ikut berpartisipasi di media mereka, namun masih terbatas pada media online yang mereka kelola.

Pada sudut yang lain, keberadaan para “hobi nulis” tersebut kesulitan menjalankan aktivitas menulis karena terkendala oleh sumber informasi primer yang sulit diakses akibat ketiadaan wadah atau organisasi yang menaungi dan mendukung mereka. Kenyataannya, untuk bisa turut bergabung di salah satu persatuan profesional, para penulis non-profesional tersebut harus memenuhi berbagai macam persyaratan yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh mereka yang tidak memiliki media tetap ataupun profesi sebagai reporter. Hal ini juga menyulitkan bagi setiap penulis untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber, terutama yang bersifat protokoler, karena akan dianggap sebagai pengumpul informasi liar, dan lain sebagainya. Hal inilah yang medorong para penulis pewarta warga untuk mendirikan suatu organisasi yang dapat menampung semua penulis pewarta warga. Organisasi itu dinamakan Persatuan Pewarta Warga Indonesia, disingkat PPWI.

Yang dimaksud dengan Pewarta Warga (citizen reporter) di sini adalah mereka yang memiliki hobi menulis, baik untuk konsumsi media massa online dan offline, maupun menulis di blogger ataupun di milis. Pewarta warga juga dari kalangan mereka yang memberitakan informasi dan beritanya berbentuk berita foto, berita video/film, dan pemberi informasi via telepon ke stasiun radio dan televisi. Pada saat sekarang ini siapa saja bisa menjadi reporter tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan jurnalisme atau apapun juga. Setiap pemilik blog ataupun setiap orang yang pernah menulis di milis, dapat dikategorikan sebagai citizen reporter.

Umumnya, pewarta warga menulis bukan untuk konsumsi media mainstream atau media utama seperti majalah, atau koran-koran lainnya, melainkan untuk sesama pembaca. Reporter-reporter orang biasa ini lebih dikenal dengan sebutan para Pewarta Warga atau Citizen Reporter. Mereka tidak terikat dengan/oleh media massa elektronik (online) ataupun media massa cetak tertentu. Dengan demikian, mereka bisa jauh lebih bebas mengungkapkan pendapat maupun pikiran mereka masing-masing.

Pemberitaan menggunakan system pewarta warga biasanya disebut Citizen Journalism (jurnalisme warga atau jurnailsme orang biasa). Citizen Journalism adalah jurnalisme akar rumput yang muncul dan tumbuh dari bawah ke atas, dari masyarakat di level bawah, dan bukan dari atas ke bawah. Citizen jurnalism ini dapat disebut juga sebagai jurnalisme advokasi, karena di sini setiap penulis dapat memberitakan atau menceritakan perjuangan mereka, misalnya memberitakan tentang pencemaran lingkungan hidup, mulai dari pembakaran hutan sampai dengan semburan lumpur panas. Mereka bisa menuturkan secara menyeluruh peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Bahkan, pola ini bukan sekedar dalam bentuk berita saja, mereka menghayati dan menjiwai apa yang mereka ceritakan, sebab hal itu adalah hasil pengamatan ataupun pengalaman mereka sendiri. Jadi bukan hanya sekedar berita yang tawar melainkan berita yang ditulis dengan penuh perasaan.

Berangkat dari gairah untuk berjuang dan bercerita inilah timbul jurnalisme orang biasa yang akhirnya menciptakan jutaan Pewarta Warga. Untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan para pewarta warga Indonesia, baik dalam maupun di luar negeri, didirikan Persatauan Pewarta Warga Indonesia, disingkat PPWI. Keistimewaan utama dari organisasi ini dibandingkan dengan organisasi wartawan professional adalah bahwa PPWI bersifat global, tanpa sekat batas-batas negara, umur, pendidikan, latar belakang ekonomi dan pekerjaan, dan lain-lain. Semua pewarta warga Indonesia di pelosok dunia mana pun dapat turut bergabung menjadi anggota.

Beberapa program yang menjadi perhatian PPWI antara lain sebagai berikut:

1. Penerbitan kartu anggota yang sekaligus berfungsi sebagai Citizen Reporter ID Card;
2. Mendorong dan mendukung aktivitas menulis setiap anggotanya dan masyarakat umum;
3. Mengadvokasi dan memberikan perlindungan bagi setiap anggota PPWI dalam setiap kegiatan jurnalisme warga yang dilaksanakannya;
4. Mengadakan pendidikan dan latihan jurnalisme warga secara berkala kepada anggotanya dan masyarakat umum;
5. Mengadakan kegiatan temu pewarta warga baik skala lokal, regional, nasional, maupun internasional;
6. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penanggulangan bencana, perlindungan lingkungan, hutan dan satwa, peningkatan taraf kesehatan masyarakat, sunatan massal, dan lain-lain;
7. Informasi prospektif masa depan, seperti beasiswa dalam dan luar negeri dan lowongan kerja.

PPWI ini dideklarasikan oleh para pewarta warga pada tgl. 11 November 2007, bertempat di Aula SMA Regina Pacis, Slipi, Jakarta Barat. Sebagai Ketua Umum PPWI dijabat oleh Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Saat ini PPWI telah mendirikan beberapa cabang di beberapa negara, yakni di New Zealand, India, USA dan Belanda. Di dalam negeri, cabang PPWI segera akan dibuka di Jogyakarta, Medan, Pekanbaru, Subang, dan Sumatra Barat.


Sumber: Humas PPW-Indonesia, Jakarta